Bikin Foto HDR Pakai Flash? Emang bisa?

post ini dibuat waktu blog ini masih beralamatkan bukanfotobiasa.wordpress.com,
  kini sudah berubah. Cek disini cerita kenapa alamatnya berubah. 🙂

Lucu nih, waktu beli flash dadakan si penjual ngajak ngobrol (biasa lah, basa basi…).

Mau dipake liputan? (kebetulan belinya di Padang, dan gue ketara banget bukan orang Padang)
Buat macem-macem, strobist, foto HDR, foto … *langsung dipotong*

Hah? HDR pake flash? Emang bisa?
Kenapa ga bisa?

Settingan bracketing nya gimana?
ya di set biasa aja. cuma ditambah flash..

Trus si penjual diem sambil ngangguk-ngangguk. Wuasem.. Ga percaya dia, atau gue ketauan ngemenk nya kali. Emang sih, itu aja baru pertama kali beli flash, boro-boro HDR pake flash, pake flash aja belom pernah. hahahaha… Tapi gue mo coba sekarang! Bener ga tuh kata-kata gue..

Tapi setelah dicoba mungkin apa kata si penjual ada benarnya. Menggunakan bracketing dengan flash ada kendala. Exposure dari foto-foto menggunakan flash hampir tidak terlihat kalau terdapat penurunan 1 stop. Lebih jelasnya cek gambar berikut:

oya, sebelumnya jika ada yang bertanya-tanya, kok background nya gitu? Aneh. Gue pake “light tent”, tapi background warna putihnya lupa ditaro dimana. Jadinya ga pake. Aneh sih, tapi gpp cuma foto coba-coba kok.

stack-of-normal-bracketing

Gambar diatas diambil menggunakan teknik bracketing biasa, tanpa flash. Foto pertama adalah foto normal, kedua diturunkan 1 stop dari foto pertama, dan foto ketiga dinaikan 1 stop dari foto pertama. Sekarang coba bandingkan jika menggunakan flash.

stack-of-flash-bracketing

Jika diperhatikan dengan seksama memang ada perbedaan exposure di tiap foto. Tapi tidak terlalu ketara seperti foto yang tanpa flash.

Jadi sepertinya jika menggunakan flash, foto secara keseluruhan lebih “tercahayakan” (bahasa apaan tuh) secara merata.

Tapi…. bukan gue kalo nyerah. Pake teknik bracketing emang hasilnya kurang. Tapi kan bisa mainin stop di flash? Yoi my bro, nih hasilnya:

stack-of-flash-stop-bracketing

Foto diatas semuanya pake setting yang sama. Yang beda cuma power flash. Dan ini hasilnya setelah di proses HDR menggunakan Photomatix:

hdr-tissue-box-final

Nice huh?

Yang mau gue tekankan ke si penjual (kalo ketemu lagi), HDR bukan bisa di dapet dari fitur bracketing kamera. Yang umum emang main setting shutter speed. Tapi ngakalin ISO, power flash juga bisa kok. Malah pernah kepikiran gini: gue ambil foto sunset dengan teknik long exposure 10 detik. Ambil 3x foto. Karena sunset, pastinya semakin lama akan semakin gelap, bisa dong jadinya 3 foto dengan exposure yang normal – makin gelap – dan lebih gelap lagi. Mestinya bisa dijadiin HDR.

Hehe.. Yaaa, kapan-kapan dicoba deh. Intinya si foto tergantung dari kreativitas si fotografer. Ya gak?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: